Entri Populer

Sabtu, 01 September 2012

My First FF [Chapter 1]


My First FF
" Kontena"-no gakkō [Sekolah Para ‘wadah’]

Prolog

“Kotena”-no gakko adalah sekolah khusus yang ada diatas langit dan disekitar sekolah telah dipasang kekkai agar keberadaan sekolah serta murid-murid disini tidak diketahui manusia biasa. Murid-murid disini juga bukan manusia biasa, karena para murid disini hanyalah manusia yang mengikat ‘kontrak’ dan menjadi ‘wadah’ bagi para Dewa, Iblis atau Malaikat, sehingga para Dewa, Iblis atau Malaikat itu bisa hidup didunia manusia dan membasmi para ‘shadows’. Para ‘shadows’ adalah sekumpulan orang-orang yang telah menjadi kegelapan sehingga disekujur tubuhnya dikelilingi aura kegelapan. Sebagai orang-orang yang telah menjadi ‘wadah’ bagi Dewa, Iblis atau Malaikat itu, kami lah yang dibebani tugas untuk membasmi para ‘shadows’. Tapi, satu manusia hanya bisa mengikat satu ‘kontrak’ dengan Dewa, Iblis atau Malaikat. Disini, dimulailah sebuah kisah para ‘wadah’ yang bersekolah disini…

Chapter 1

Bruukk!! Shana menjatuhkan dirinya kekursi hingga menimbulkan suara yang keras. Untungnya, dia mendarat dengan selamat dikursi yang didudukinya. Meskipun ada beberapa murid yang menutup telinganya, tanda bahwa suara itu mengganggu mereka, Shana tidak peduli.

“Shana.. sepertinya kau nggak bisa nggak membuat satu pun barang rusak dalam sehari, ya?” Ledek Hikaru yang duduk tak jauh dari Shana.

“Diam kau, Hikaru! Aku nggak punya urusan denganmu!” Kata Shana ketus.

“Ckckck.. Shana-san, kau dingin sekali deh..” Komentar Yui yang duduk didepan Shana.

“Bawel!” Jawab Shana cuek.

“Hee.. kalian sudah datang, ya?” Tanya Mio Akiyama yang baru datang.

“Ohayogozaimasu, Mio-senpai..!” Sapa Yui riang.

“Ohayo, Yui..” Jawab Mio sambil duduk dikursinya.

“Ohayo minna.. Syukurlah aku nggak terlambat..” Kata Ichigo yang tiba-tiba datang.

“Huh! Kau terlambat sekali tau! Dasar payah!” Ledek Shana.

“Hei! Saat aku berangkat tadi, tiba-tiba di tengah jalan ada para ‘shadows’ yang menyebalkan itu, jadi aku membasmi mereka dulu..” Bela Ichigo sambil duduk dikursinya.

“Terserahlah..” Shana mengalah.

“Ah.. Rupanya, semuanya sudah datang ya.. ohayogozaimasu, minna-san..” Sapa Sebastian sambil tersenyum.

“Sedang apa kau kesini iblis cerewet?” Tanya Shana cuek. Namun Sebastian tampak biasa saja menghadapi perkataan Shana yang ‘menusuk’ itu.

 “Seperti biasa, saya mengantar bocchan kemari, Shana-san..” Jawab Sebastian sambil mempersilahkan Ciel masuk.

“Ternyata benar, seorang ‘tuan muda’ itu benar-benar payah! Masa’ ke sekolah saja pakai diantar segala?!”  Ejek Shana.

“Urusai! Atau aku akan membunuhmu!” Ancam Ciel sambil duduk.

“Terserah apa katamu saja deh! Aku ngantuk!” Jawab Shana sambil menguap dan bersandar dikursinya. Baru saja memejamkan matanya, tiba-tiba pintu kelas dibuka dengan keras hingga menimbulkan suara yang cukup membuat Shana terganggu dari tidurnya.

“Hhh!! Ada apa sih?! Mengganggu saja!!” Umpat Shana.

“Sst.. Shana! Simpan dulu omelanmu dan lihat siapa yang datang..!” Bisik Felicitã sambil menunjuk kearah pintu. Dengan malas, Shana menoleh kearah pintu dan melihat Kanade, Wakil Ketua OSIS di " Kontena"-no gakkō. Cih, hanya karena dia  Wakil Ketua OSIS disini semua orang takut padanya?! Payah!

“Aku akan mengabsen.. yang kupanggil harap mengangkat tangannya..” Kata Kanade dengan wajah datar.

“‘wadah’ bagi Dewa Api, Hikaru Shidou..”

“Hadir!!” Jawab Hikaru.

“‘wadah’ bagi Dewa Kematian, Ichigo Kurosaki..”

“Hadir..” Jawab Ichigo.

“‘wadah’ bagi Malaikat Musik, Mio..”

“Hadir..” Jawab Mio.

“‘wadah’ bagi Iblis Musik, Yui..”

“Hadir..!!” Jawab Yui riang.

“‘wadah’ bagi Dewi Cinta, Felicitã..”

“Hadir..” Jawab Felicitã.

“‘wadah’ bagi Iblis Penghancur, Ciel Phantomhive..”

“hadir..” Jawab Ciel dengan malas-malasan.

“‘wadah’ bagi Dewa Pengantar Manusia ke Neraka, Ai Enma..”

“Hadir..” Jawab Ai yang entah kapan ada dibangku pojok.

“Hiii!! Sejak kapan Ai-san ada disana??!” Tanya Yui lebay.

“Diam!” Seru Kanade tegas. Yui diam. Cih, Yui memang kekanak-kanakan! Ejek Shana dalam hati.

“Kita lanjutkan.. ‘wadah’ bagi Dewa Penjatuh Hukuman, Shana..”

“Hadir..” Jawab Shana cuek.

“Terakhir, ‘wadah’ bagi Dewa Pengontrol, Lelouch..”

“………………”

“Leluoch-san…?” Murid-murid satu kelas dan Kanade langsung melihat bangku Leluoch. Kosong. Apa bocah itu membolos lagi?

BRAKKKK!! Kami langsung mengalihkan pandangan ke pintu yang terbuka lebar. Disana, Leluoch berdiri dengan napas tersenggal-senggal.

“..ha.. hadir..” Jawab Leluoch.

“..kau terlambat lagi.. Leluoch-san..” Kata Kanade datar.

“Maaf.. ada sedikit masalah dijalan..” Kata Leluoch sambil berjalan ke bangkunya.

“Meskipun kau Ketua OSIS disini, kau tidak boleh seenaknya.. Leluoch-san..” Peringat Kanade.

“Baik.. baik.. tapi, aku punya pertanyaan yang harus kau jawab, Wakil Ketua OSIS..” Kata Leluoch.

“Apa.. itu..?” Tanya Kanade.

“Kau sendiri mengikat ‘kontrak’ pada siapa?” Tanya Leluoch.

“Apa kau tidak pernah membaca profil para murid disini..?” Tanya Kanade.

“Tentu saja pernah, tapi kemarin profil tentangmu tak sengaja terhapus dari file-sekolah.. jadi, aku ingin mengetiknya ulang..” Jawab Leluoch enteng. Kanade terdiam sebentar.

“..aku mengikat kontrak dan menjadi ‘wadah’ bagi Malaikat Pengantar Manusia ke Surga.. Apa kau punya pertanyaan lagi..?” Tanya Kanade datar.

“Sepertinya tidak ada..” Jawab Leluoch. Shana memperhatikan Leluoch.

Shana’s POV

“Sepertinya tidak ada..” Jawab Leluoch. Aku memperhatikan Leluoch. Aku merasakan sesuatu yang aneh dari bocah itu. Aku merasa dia sedang merencanakan sesuatu atau apalah, entah apa itu.. atau mungkin itu cuma perasaanku? Ah, sudahlah.. aku tak usah ikut campur, toh ini tidak ada hubungannya denganku.. Aku bersandar lagi kebangkuku.

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGG!!!!!!!!!!!

Bel berbunyi dengan kencang. Oke, kalau tadi aku marah, sekarang.. aku.. sangat senang!! Akhirnya.. kataku dalam hati.

Ting Tong! Ting Tong!

Speaker kelas kami berbunyi. Pasti pengumuman. Pikirku.

“Pengumuman untuk semua murid di “Kotena”-no gakko.. para ‘shadows’ menyerang lagi! Sekarang cepat berkumpul di lobi!” Perintah seseorang. Aku tahu siapa dia. Dia pasti Aikawa Chocola, siswi teladan yang biasanya mengumumkan setiap para ‘shadows’ menyerang. Aku langsung berlari keluar kelas dan menuju lobi. Terserah apa kata teman-teman satu kelasku. Di lobi, Chocola sudah menunggu para murid.

“Kau yang pertama kali datang..” Kata Chocola sementara aku hanya tersenyum. Chocola menyodorkan cokelat padaku.

“Ini cokelat untuk teleportasi, makanlah..” Kata Chocola.

[(Author : eehh.. pada nggak puasa ya..??*plak!! XD)]

Aku menerima cokelat itu dan langsung memakannya. Dari dulu, aku memang suka cokelat buatan Chocola. Dia memang pembuat cokelat terbaik! Dalam sekejap, aku langsung berada di Tokyo. Para ‘shadows’ itu menyadari keberadaanku.

“Wah.. ternyata ada santapan lezat disini..” Kata seorang ‘shadows’. Cih, dia menganggapku remeh.

“Heh.. jangan meremehkanku ya..!!” Kataku. Dalam sekejap, mataku berubah menjadi merah. Dipinggangku juga terselip sebuah pedang. Aku menarik pedangku.

“Nah, sekarang, siapa yang ingin pergi ke alam baka duluan…?” Tanyaku PD. Para ‘shadows’ itu menatapku dengan tajam dan aku membalasnya dengan tatapan yang sama. Baru saja aku menebas beberapa ‘shadows’, teman-teman satu kelasku datang.

“Shana! Kau curang!” Protes Ichigo.

“Cerewet! Siapa cepat, dia dapat!!” Jawabku santai sambil tetap menebas para ‘shadows’ itu.

“Kalau begitu.. aku juga nggak akan kalah!” Kata Ichigo sambil menebas para ‘shadows’.

“Cih, ini menyusahkan saja..” Kata Ciel yang baru datang bersama Sebastian.

“Sebastian, aku perintahkan kau-“

“Tunggu, Ciel!! Aku belum membunuh 200 ‘shadows’!! Nanti saja kau minta Sebastian membasmi semuanya!!” Potongku cepat. Ciel terdiam sebentar.

“Terserah saja, lah.. kalian saja yang membasmi para ‘shadows’ itu, aku mau ke kelas lagi..” Jawab Ciel. Tiba-tiba dia dan Sebastian menghilang. Yey!! Aku bersorak dalam hati.

“Hei! Sisakan untukku dong!!” Protes Hikaru yang baru datang.

“Kan sudah kubilang, siapa cepat, dia dapat..!!” Jawabku enteng.

“Oi, Hikaru, kalau nggak cepat-cepat, nanti keburu habis, lho.. ” Peringatku.

“Iya.. iya..” Jawab Hikaru sambil menarik pedangnya dan ikut menebas para ‘shadows’.

“Minna-san.. tolong jangan main-main.. karena kalian harus cepat kembali ke “Kotena”-no gakko..” Kata Kanade dari belakang. Huff.. lagi-lagi orang ini.. gerutuku dalam hati. Dalam sekejap, para ‘shadows’ itu sudah habis ditebas oleh ‘Hand Sonic’ milik Kanade. Aahh!! Aku sama sekali nggak dapat giliran!! DX

“Nah.. sekarang ayo kita kembali..” Kata Kanade datar. Tanpa banyak bicara, kami kembali ke “Kotena”-no gakko.

“khu.. khu.. khu..” Tawa seseorang dengan aura kegelapan. Deg! Aku menoleh kebelakang. Tak ada siapapun.

“Ada apa, Shana-san..?” Tanya Kanade.

“..T-tidak apa-apa..” Jawabku. Mungkin hanya perasaanku.. kataku dalam hati.
Tanpa kusadari, orang itu tersenyum jahat padaku dan murid-murid yang lain.

-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar